Bisnis

PNRI juga DTI kerja identik penyediaan smart card senilai Rp100 miliar

Peluang kolaborasi ke depan cukup besar mengingat smart card yang mana sampai ketika ini masih banyak diperlukan oleh bermacam Instansi Pemerintahan, perusahaan BUMN…

Jakarta – Perum Percetakan Negara Republik Indonesi (PNRI) bekerja sejenis dengan Datasonic Teknologi Tanah Air (DTI), anak usaha Datasonic Group Berhad, Malaysia, di penyediaan kartu pintar atau smart card senilai Rp100 miliar selama 1-3 tahun.

Plt Direktur Produksi dan juga Pemasaran PNRI  Sigit Yanuar Gunarto mengatakan, melalui kerja identik ini PNRI dapat mengoptimalkan produksi, personalisasi, pemindahan teknologi, perdagangan kartu pintar, lalu Tapcash/e-money (cashless / kartu pembayaran tanpa uang tunai) yang tersebut berstandar Europay Master Card and Visa (EMV).

"Potensi kolaborasi ke depan cukup besar mengingat smart card yang dimaksud sampai ketika ini masih sejumlah diperlukan oleh beragam Instansi Pemerintahan, perusahaan BUMN, BUMS maupun organisasi lainnya," ujar Sigit melalui pernyataan ke Jakarta, Kamis.

Penandatanganan perjanjian kerja identik ini merupakan langkah nyata bagi PNRI untuk mengukuhkan posisinya sebagai percetakan yang mana berpengalaman pada hal pengadaan dan juga pendistribusian bermacam macam produk-produk cetakan untuk pemerintah pusat maupun daerah.

Selain itu, sebut Sigit, kolaborasi ini sekaligus dapat meningkatkan hubungan bilateral antara kedua belah pihak yaitu Negara Indonesia juga Malaysia.

Sementara itu, President Direktur Datasonic Teknologi Azwan Omar menyampaikan, kerja identik ini sekaligus meletakkan DTI sebagai mitra strategis bagi PNRI, sehingga dapat saling menguntungkan pada landskap perindustrian.

"Pertukaran pengetahuan juga kepakaran mengenai produk-produk security printing dan juga smart card menjanjikan khasiat dengan untuk kedua negara serta memainkan peran penting pada memacu pemulihan juga perkembangan ekonomi, terutama dalam era pasca-COVID-19," kata Azwan.

Artikel ini disadur dari PNRI dan DTI kerja sama penyediaan smart card senilai Rp100 miliar

Related Articles

Back to top button