LEMIGAS optimistis uji pemanfaatan B40 rampung tahun ini

Sejauh ini, beraneka tahapan uji coba berlangsung dengan baik dan juga lancar
Jakarta – LEMIGAS Kementerian ESDM optimistis uji coba pemanfaatan campuran materi bakar nabati jenis minyak sawit dan juga minyak solar dengan porsi 40 persen atau B40 rampung pada 2024.
"Sejauh ini, beragam tahapan uji coba berlangsung dengan baik lalu lancar," kata Kepala LEMIGAS Kementerian ESDM Mustafid Gunawan pada keterangannya pada Jakarta, Minggu.
LEMIGAS adalah pelaksana uji pemakaian B40 untuk mesin diesel pada sektor nonotomotif, pada bawah koordinator Ditjen Daya Baru Terbarukan kemudian Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM dengan dukungan para pemangku kepentingan terkait melalui pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Uji yang tersebut dijalankan terdiri menghadapi sektor alat kemudian mesin pertanian (alsintan), alat berat pertambangan, kereta api, pembangkit listrik, dan juga angkutan laut.
Mustafid menyatakan pengujian ke kereta api mencakup penanganan serta analisis konsumsi materi bakar, pengujian kualitas komponen bakar lalu pelumas, uji kinerja terbatas kemudian ketahanan mesin genset KA, uji performa kemudian ketahanan lokomotif KA, uji kompatibilitas material, uji filter rig test, juga penyusunan instruksi kerja teknis pemakaian B40 pada sektor kereta api.
Pada Mulai Pekan (22/7/2024), ke Lempuyangan, Yogyakarta, telah dilakukan dilaksanakan kegiatan uji penyelenggaraan B40 di kereta api. Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi melakukan pengisian B40 tersebut.
Eniya menuturkan tujuan utama pengujian adalah memberikan rekomendasi teknis pemanfaatan materi bakar uji pada mesin diesel dan juga mengetahui keberterimaan dari pengguna materi bakar B40.
Ia mengapresiasi seluruh jajaran Kementerian ESDM, BPDPKS, PT Kereta Api Nusantara (Persero), PT Pertamina (Persero) beserta subholdingnya yaitu PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, lalu PT Patra Logistik, APROBI sebagai perwakilan dari badan usaha BBN jenis biodiesel, juga perwakilan perusahaan atau instansi dari sektor yang dimaksud dikerjakan uji pengaplikasian B40.
Eniya menambahkan seremoni kegiatan pengujian B40 sektor kereta api menandai uji mulai dilaksanakan.
Acara uji penyelenggaraan B40 untuk mesin diesel pada sektor nonotomotif yang dimaksud diharapkan selesai pada Desember 2024 untuk didapatkan rekomendasi teknis implementasi kebijakan B40 sebagai materi bakar mesin diesel sektor nonotomotif.
"Kami berharap semua uji pengaplikasian bisa jadi selesai Desember ini, sehingga penyelenggaraan B40 secara penuh sanggup dikerjakan tahun 2025," kata Eniya.
Pemanfaatan biodiesel diawali sejak 2016 yang digunakan dimulai dari pencampuran 20 persen atau B20 pada Januari 2020, ditingkatkan berubah jadi B30, serta ditingkatkan kembali berubah jadi B35 sejak Februari 2023, serta ketika ini berlanjut ke B40.
Presiden Joko Widodo sudah pernah menyampaikan harapan agar pemanfaatannya berlanjut ke B40 serta seterusnya.
Untuk itu, sebelum dilaksanakannya implementasi B40, perlu adanya dukungan data teknis yang komprehensif.
Fakta teknis pemakaian B40 telah dilakukan ada dengan dilaksanakannya uji jalan (road test) B40 pada 2022. Sementara, untuk sektor lainnya sedang dilaksanakan uji penyelenggaraan B40 untuk mesin diesel pada sektor nonotomotif.
Untuk melakukan uji penggunaan, LEMIGAS mendirikan sarana pencampuran material bakar juga pengisian materi bakar dalam lima lokasi yaitu Cipinang (Jakarta), Arjawinangun (Cirebon), Cepu (Blora), Lempuyangan (Yogyakarta), dan juga Pasar Turi (Surabaya).

Executive Vice President of Logistic PT KAI (Persero) Suryawan Putra Hiya menjelaskan KAI menggunakan 300 jt liter komponen bakar B35.
Selama penggunaannya, performa mesin kereta api masih berjalan tanpa masalah.
"Oleh sebab itu, KAI yakin bahwa peralihan dari B35 ke B40 akan berlangsung mulus, mengingat spesifikasi kedua jenis unsur bakar yang dimaksud hampir sama," ujarnya.
KAI, kata dia, juga sangat menyokong kebijakan pemerintah melalui pemanfaatan unsur bakar B40 pada angkutan kereta api.
"Hal ini sejalan tujuan KAI pada memberikan layanan transportasi yang mana tambahan ramah lingkungan," sebut Suryawan.
Artikel ini disadur dari LEMIGAS optimistis uji penggunaan B40 rampung tahun ini





