El Salvador sudah, Amerika Serikat cari negara lain untuk tampung imigran gelap

Washington – Amerika Serikat secara berpartisipasi mencari negara-negara lain, selain El Salvador, yang tersebut bersedia menerima imigran gelap berbahaya dari AS, kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada Rabu (30/4).
"Kami secara terlibat mencari negara-negara lain untuk menerima orang-orang dari negara ketiga," kata Rubio pada rapat kabinet dengan Presiden Donald Trump.
"Kami bekerja mirip dengan negara-negara lain untuk mengatakan, 'kami ingin mengirim beberapa manusia paling hina ke negara Anda, kami melakukan itu sebagai bantuan terhadap diri kami,' juga semakin sangat jauh dari Amerika Serikat semakin baik," lanjutnya.
Sebelumnya pada Mulai Pekan (28/4), Plt Direktur Penegakan Imigrasi dan juga Bea Cukai AS, Tom Homan, menyatakan bahwa sekitar 700.000 imigran gelap dengan tuduhan kriminal masih berada dalam di wilayah AS.
Homan juga mencatatkan data bahwa 1,4 jt imigran gelap telah dilakukan menerima perintah akhir untuk dideportasi tetapi masih tinggal pada negara tersebut, sehingga melanggar undang-undang imigrasi.
Sebelumnya pada Februari, Presiden Salvador Nayib Bukele mengusulkan untuk menampung tahanan yang digunakan dikirim dari Negeri Paman Sam di penjara besar negara tersebut.
Lembaga penangkapan berukuran besar ke El Salvador yang dimaksud disebut sebagai Pusat Penahanan Terorisme (CECOT), yang dimaksud bermetamorfosis menjadi tempat detensi dari tahanan Amerika Serikat dengan adanya imbalan biaya.
Sumber: Sputnik-OANA
Artikel ini disadur dari El Salvador sudah, AS cari negara lain untuk tampung imigran gelap




