Bisnis

Popularitas mobil listrik buatan China meroket ke Mesir

Kairo (ANTARA) – Setelah bertahun-tahun menggunakan mobil bertenaga bensin, Poula Mounir, manusia penjual electric vehicle (EV/kendaraan listrik) dalam Kairo, ibu kota Mesir, memutuskan untuk membeli mobil listrik buatan China setelahnya melakukan kumpulan perbandingan dengan cermat.

Saat ini mengendarai SUV BYD Song L buatan China, Mounir mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas EV China. Dia menyatakan bahwa mobil listrik China berbeda dengan mobil listrik Eropa pada hal teknologi juga kualitas baterai.

"Saya mengawasi perbedaan besar pada segi biaya, perawatan, serta efisiensi," katanya untuk Xinhua, memuji penyimpan daya mobil BYD dikarenakan mobil miliknya itu memiliki jarak tempuh lebih besar dari 600 kilometer di satu kali pengisian daya.

Pasar Mesir mencatatkan perkembangan yang mana luar biasa pada jumlah agregat mobil listrik, dengan mobil listrik buatan China sekarang sejumlah dijumpai di dalam jalan-jalan Mesir. Dari BYD lalu Geely hingga ZEEKR juga NIO, produsen China menawarkan bermacam model mobil listrik yang meraih popularitas global ke kalangan komunitas Mesir, kata Mounir terhadap Xinhua.
 

Seorang personel mengisi daya mobil listrik di dalam bursa mobil di Kairo, Mesir, pada 27 Juli 2024. (ANTARA/Xinhua/Ahmed Gomaa) 

Menurut data dari Egypt Compulsory Motor Insurance Pool (ECIP), pelanggan mobil listrik pada kuartal pertama 2024 dalam Mesir mengalami lonjakan dengan 1.419 lebih lanjut kendaraan listrik yang digunakan terdaftar. Angka yang disebutkan setara hampir sepertiga dari jumlah agregat mobil listrik yang terdaftar pada tiga tahun terakhir.   

Jumlah mobil listrik terus bertambah sejak awal Juli 2021 hingga akhir Juni 2024 sehingga total kendaraan listrik yang dimaksud terdaftar ke Mesir berubah menjadi 7.213, dengan merek BYD bermetamorfosis menjadi yang dimaksud terlaris kedua, menurut data tersebut.

"Permintaan akan mobil listrik buatan China terus meningkat," kata Tamer Sabry, pemilik agen penjual mobil listrik pada Kairo, terhadap Xinhua.
 

Seorang pengunjung meninjau mobil listrik di   pasar mobil di dalam Kairo, Mesir, pada 27 Juli 2024. (ANTARA/Xinhua/Ahmed Gomaa)

"Di sedang keadaan sektor ekonomi yang sulit dalam Mesir kemudian dunia, orang-orang cenderung membeli mobil listrik yang tersebut lebih tinggi tidak mahal kemudian pada ketika yang dimaksud mirip miliki kualitas yang tersebut baik," kata Sabry.

Dia menyebutkan bahwa pelanggan dapat menemukan semua karakteristik ini ke merek-merek China sehingga menjadikan mobil buatan China diantaranya salah satu yang tersebut paling populer dalam Mesir.

Sementara itu, Kepala Asosiasi Dealer Otomotif Mesir Osama Aboul-Magd menyatakan bahwa mobil listrik China memiliki dampak yang digunakan signifikan di dalam lingkungan ekonomi Mesir di waktu yang mana singkat.

"Mobil listrik China memberikan dampak yang tersebut signifikan terhadap perkembangan lapangan usaha di dalam dunia juga membawanya ke cakrawala baru," kata Aboul-Magd.
 

 Seorang anggota mengisi daya mobil listrik dalam pangsa mobil pada Kairo, Mesir, pada 27 Juli 2024. (ANTARA/Xinhua/Ahmed Gomaa)

Mengenai masa depan kerja serupa dalam bidang bidang mobil listrik, Aboul-Magd mengutarakan bahwa beliau percaya bahwa kesempatan kerja sejenis pada bidang itu berlimpah.

Sebagai negara terkemuka di bidang manufaktur mobil listrik, Aboul-Magd menyimpulkan "China telah dilakukan membantu berbagai negara memproduksi mobil listrik, dan juga kerja sejenis ke masa depan pada manufaktur mobil listrik dengan China akan menyokong strategi kemudian upaya Mesir untuk mengembangkan bidang kendaraan listrik domestik".

 

Artikel ini disadur dari Popularitas mobil listrik buatan China meroket di Mesir

Related Articles

Back to top button