Peran Broker Asuransi pada Manajemen Risiko Bisnis

JAKARTA – Broker asuransi memegang peran krusial di manajemen risiko bagi bisnis. Meski demikian, pemahaman rakyat tentang profesi ini masih sangat rendah.
Tingkat penetrasi asuransi sendiri di area Indonesia masih dalam bawah 3% pada tahun 2022, sementara tingkat literasi asuransi mencapai 31,7% kemudian inklusi asuransi hanya sekali 16,6%. Dengan begitu, masih terdapat kesenjangan yang digunakan signifikan antara literasi juga inklusi asuransi dalam negara ini.
Di sisi lain, Laporan Risiko Global 2024 menyoroti bahwa dampak dari ketegangan pasca pandemi Pandemi lalu pertempuran Rusia-Ukraina masih dirasakan secara global.
“Risiko seperti penurunan ekonomi, inflasi, kekurangan tenaga kerja juga gangguan pasokan energi menjadi perhatian utama para pemimpin kegiatan bisnis di dalam seluruh dunia,” ujar ketua eksekutif of Marsh McLennan Indonesia Douglas Ure di acara Media Massa Clinic, diambil Selasa (20/8/2024).
Baca Juga: Indonesia Underwriting Summit 2024, OJK Dorong Underwriter Terampil
Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko akan terus tumbuh seiring waktu. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, penurunan ekonomi juga menjadi perasaan khawatir terbesar bagi para pemimpin bisnis.
Dengan kesadaran yang mana rendah tentang peran broker asuransi di area Indonesia kemudian berbagai faktor risiko yang mana terus muncul serta berkembang.
SVP Business Development Leader Marsh Indonesia Nova Tambunan menyatakan perusahaan pialang asuransi serta penasihat risiko terkait asuransi menjelaskan pentingnya peran ini di mengurus risiko untuk melindungi bidang usaha juga tenaga kerja dia agar masih tangguh.
Baca Juga: Dukung Indonesia Underwriting Summit 2024, MNC Life Beri Asuransi Kecelakaan Gratis
Broker asuransi juga bertanggung jawab pada mengatur klaim asuransi. Nova mengungkapkan klaim adalah momen krusial, yang dimaksud mana kepercayaan klien terhadap broker juga perusahaan asuransi diuji.
Pengalaman di menangani klaim yang baik dapat meningkatkan kepercayaan klien, sementara klaim yang tersebut ditolak atau bukan sesuai dapat merusak hubungan jangka panjang. Sebagai kesimpulan, peran broker asuransi sangat penting di manajemen risiko untuk bisnis.
“Dengan pendekatan yang tersebut tepat dan juga pengalaman yang digunakan luas, merek dapat membantu perusahaan memitigasi risiko kemudian melakukan konfirmasi keberlanjutan industri mereka,” kata dia.





