Bisnis

Kementan pacu percepatan tanam padi pada Papua Selatan dengan teknologi

Di sana di dalam Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Daerah Merauke, Provinsi Papua Selatan, diwujudkan pertanian modern …..

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengoptimalkan percepatan tanam padi dalam Wilayah Merauke, Papua Selatan, dengan menggunakan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas pangan dalam area yang dimaksud sebagai upaya menuju swasembada pangan.

"Di sana di dalam Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Daerah Merauke, Provinsi Papua Selatan, diwujudkan pertanian modern dengan memanfaatkan deretan mesin canggih dan juga telah terjadi menggunakan varietas unggul yang mana tahan terhadap beraneka inovasi iklim," kata Sekretaris Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Kementan Haris Syahbuddin pada informasi ke Jakarta, Kamis.

Ia menyatakan bahwa proses percepatan juga sudah ada menampilkan varietas tematik seperti Inpara 2, Inpari 32, Inpari 36, cakrabuana agritan, mantap, inpago 13 fortiz, biosalin 1 serta biosalin biasa.

"Juga diperkenalkan cara tanam jarwo 2:1 dan juga 4:1, kemudian cara menggunakan drone untuk mengaplikasikan pemupukan, AWS atau automatic watering system dan juga sensor alat pengamatan kelembaban tanah," ujar Haris.

Selain itu, kata Haris, pihaknya juga terus melakukan penataan saluran primer lalu sekunder dan juga memaksimalkan pemakaian kegiatan pompanisasi sebagai alat pemenuhan air bagi lahan sawah agar mampu berproduksi lebih tinggi dari satu kali di setahun.

"Kemudian di pelaksanaan kegiatan ini kami juga telah dilakukan bekerja mirip dengan siswa Polbangtan (Politeknik Pembangunan Pertanian) Manokwari kemudian pasukan irigasi Bapeltan (Balai Pendidikan Pertanian) Lampung," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi)  telah meninjau pemakaian teknologi pesawat nirawak atau drone pada penyebaran pupuk di hamparan sawah seluas 40.000 hektare itu pada Selasa (23/7).

Simulasi yang disebutkan merupakan salah satu bentuk implementasi konsep smart farming berbasis internet of thing.

Presiden mengatakan bahwa sektor pertanian harus berubah menjadi konsentrasi semua pihak, diantaranya pemerintah wilayah pada mengantisipasi ancaman kekeringan lalu panas yang tersebut berkepanjangan.

Dia menyatakan ketika ini sejumlah negara  menghadapi ancaman krisis pangan. Meski demikian, Presiden mengapresiasi jalannya perkembangan pertanian pada Daerah Merauke yang tersebut berprogres pesat.

"Saya melihat, mulai dari awal, pembibitan juga penyertaan dengan beberapa varietas, hasilnya juga kelihatan, telah dicek berapa ton per hektar. Semuanya secara scientific sudah ada dijalani, kalau mengamati lapangannya, di di sini lapangan datar, air juga melimpah, saya kira memang sebenarnya ini kesempatan untuk menjadikan Indonesi lumbung pangan pada Merauke dan juga sekitarnya," kata Presiden.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku optimis dengan konstruksi lumbung pangan ke Merauke ke depan.

Menurutnya, pertanian pada tempat itu mampu menjadi inisiatif strategis yang dimaksud dapat meningkatkan kekuatan ketahanan pangan di dalam Negara Indonesia Timur.

"Semua pertanian ke di sini mengusung konsep pertanian pintar atau smart farming, yang digunakan memadukan teknologi modern dengan keterlibatan generasi muda untuk meningkatkan produktivitas lalu efisiensi," katanya.

Mentan menambahkan pertanian dalam Merauke akan dikembangkan secara bertahap, dengan mengadopsi teknologi pertanian seperti varietas unggul, sensor tanah kemudian cuaca, drone pemantau lahan, dan juga sistem irigasi otomatis, sehingga para petani dapat meningkatkan serta mengoptimalkan hasil panen mereka.

"Di Merauke ada 63.000 hektare dimana untuk tahap awal telah terjadi kita kerjakan 40.000 hektar dulu, kemudian lanjut nanti 1.000.000 hektar, ini nanti akan kita selesaikan secara bertahap," jelasnya.

Kota Merauke merupakan penghasil padi terbesar dalam Provinsi Papua Selatan dengan luas baku sawah mencapai 42.328,42 hektare serta luas panen padi mencapai 49.573 hektare.

Merauke juga tercatat mampu memproduksi padi di  2023 sebesar 189.200 ton setara gabah kering giling (GKG) dan juga memenuhi keinginan rakyat ke provinsi tersebut.

Artikel ini disadur dari Kementan pacu percepatan tanam padi di Papua Selatan dengan teknologi

Related Articles

Back to top button