Bursa Sepekan dalam HUT RI ke-79: IHSG All Time High, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp12.601 T

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghimpun beberapa data perdagangan bursasepekan pada periode 12-16 Agustus 2024. Rapor perdagangan selama lima hari bursa diwarnai beberapa rekor tertinggi mulai dari Skala Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hingga kapitalisasi bursa .
IHSG mencatatkan rekor penutupan tertinggi di tempat 7.436,039, dengan level all time high (ATH) dalam 7.460,38. “Rekor IHSG sebelumnya yaitu pada 14 Maret 2024 sebesar 7.433,315,” kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad, Hari Sabtu (17/8/2024).
Selain itu, kapitalisasi lingkungan ekonomi saham juga mencapai rekor Rp12.601 triliun dengan rekor sebelumnya pada 12 Juli 2024 sebesar Rp12.478 triliun.28
Selama sepekan juga terdapat pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Kereta Api Indonesia Tahap II Tahun 2024 serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Kereta Api Indonesia Tahap II Tahun 2024 oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang digunakan tercatat pada Awal Minggu (12/8).
6 Fakta bursa sepekan berdasarkan data BEI tepat di dalam momen HUT RI ke-79
1. IHSG Berakhir Hijau
IHSG selama sepekan turut mengalami peningkatan sebesar 2,41% pada level 7.432,090 dari 7.256,996 pada penutupan pekan sebelumnya.
2. Rata-Rata Skor Transaksi Harian (RNTH)
Rata-rata nilai operasi harian Bursa justru melandai sebesar 3,33% menjadi Rp9,32 triliun dari Rp9,64 triliun pada pekan sebelumnya.
3. Rata-Rata Frekuensi Harian
Peningkatan turut dialami oleh rata-rata jumlah kali kegiatan harian bursa selama sepekan sebesar 3,53% menjadi 1,02 jt kali operasi dari 981 ribu kali operasi pada pekan lalu
4. Rata-Rata Volume Transaksi Harian
Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata besar operasi harian Bursa sebesar 4,54% menjadi 16,73 miliar lembar saham dari 16,00 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya
5. Kapitalisasi Pasar
Market cap naik 2,09% menjadi Rp12.560 triliun, dari Rp12.302 triliun pada akhir pekan lalu.
6. Pemodal Asing
Investor asing terpantau masuk bursa saham senilai Rp2,9 triliun selama sepekan. Angka ini mengakumulasi net-foreign buy sepanjang 2024 senilai Rp4,37 triliun.






