WSKT Masuk 19 BUMN Berpendapatan Besar versi Fortune

JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk masuk ke Fortune Indonesia 100. Daftar yang memuat 100 perusahaan terbaik di tempat Indonesia itu dirilis Fortune Indonesia.
Fortune Indonesia 100 disusun berdasarkan peningkatan serta kinerja perusahaan sepanjang 2023. Dalam daftar tersebut, Fortune Indonesia mencatatkan total pendapatan Waskita Karya sebesar Mata Uang Rupiah 10,9 triliun pada tahun lalu.
Kemudian total asetnya tercatat sebesar Mata Uang Rupiah 95,6 triliun, dengan jumlah keseluruhan karyawan sebanyak 2.361 jiwa. sementara nilai ekuitasnya sebesar Simbol Rupiah 5,28 triliun.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan, ada 19 perusahaan milik negara yang digunakan masuk jajaran perusahaan berpendapatan terbesar versi Fortune Indonesia 100. Daftar ini, kata dia, menunjukkan peran BUMN bagi perekonomian negara.
“19 perusahaan BUMN ini memberikan sumbangan 50 persen dari total pendapatan Fortune Indonesia 100. Hal ini menunjukkan BUMN miliki peran penting sebagai lokomotif penggerak dunia usaha Indonesia, BUMN untuk Indonesia,” ujar Erick dikutipkan melalui akun Instagramnya, Hari Sabtu (17/8/2024).
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, Waskita terus berikrar menggerakkan perekonomian Indonesia. Sebagai BUMN Konstruksi, sambungnya, perseroan berkontribusi pada menggalang konstruksi infrastruktur Indonesia dengan mengutamakan keberlanjutan bisnis.
“Capaian itu akan menambah semangat Waskita untuk semakin meningkatkan produktivitas dan7 kinerja. Penghargaan ini sekaligus memacu Waskita agar terus bertransformasi lalu berikrar pada penguatan tata kelola atau Good Corporate Governance (GCG) kemudian manajemen risiko pada seluruh proses bisnis,” kata Ermy.
Dia menambahkan, dengan mengedepankan nilai AHLAK, Waskita terus berupaya menjadi BUMN yang tersebut bermanfaat bagi warga luas. Dijelaskan, saat ini perusahaan berkode saham WSKT yang disebutkan sedang fokus meningkatkan kinerja keuangan.
Pada kuartal II 2024, Waskita Karya mengantongi pendapatan sebesar Rupiah 4,47 triliun. Pendapatan itu ditopang dari jasa proyek konstruksi sebesar Rupiah 3,12 triliun. Ada pula pelanggan beton atau precast yang mana berkontribusi sebesar Mata Uang Rupiah 610,96 miliar terhadap pendapatan perseroan. Kemudian ditambah oleh pendapatan jalan tol yang dimaksud mencapai Rupiah 563,34 miliar.
Selanjutnya, kinerja Gross Profit Margin (GPM) perusahaan naik menjadi 13,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar 8,8 persen. Dijelaskan, kenaikan itu seiring profil proyek yang mana lebih tinggi baik teristimewa proyek Ibu Perkotaan Nusantara (IKN), sehingga memperkuat optimalisasi kemajuan proyek konstruksi lalu lean project. Ada 12 proyek IKN yang dimaksud dikerjakan Waskita, nilai kontraknya sebesar Mata Uang Rupiah 7,7 triliun.
Baca Juga: Fortune Perilisan 100 Korporasi Terbesar dalam Indonesia, Total Pendapatan Tembus Rp5.606 Ribu Miliar
Ermy menambahkan, per Juli 2024 Waskita telah lama mengerjakan 83 proyek PSN. Sebanyak 64 di tempat antaranya telah selesai, seperti jalan tol Serpong-Cinere dan juga Pemalang-Batang. Sementara 19 proyek lainnya masih di proses pembangunan, di tempat antaranya Bendungan Temef serta LRT Ibukota Indonesia Fase 1B (Velodrome-Manggarai).





