15 Ide Ice Breaking Seru untuk MPLS, Ada Tebak Gaya hingga Cerita Bersambung
Jakarta – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan momen penting bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, teman sekelas, lalu guru. Salah
satu cara agar kontestan tak merasa bosan dengan kegiatan MPLS adalah melakukan ice breaking.
Ice breaking MPLS biasanya dikerjakan disela-sela acara. Acara ini tak semata-mata menghibur, tapi juga mendirikan kebersamaan diantara siswa. Nah, berikut adalah beberapa ide ice breaking MPLS unik lalu seru yang dimaksud bisa saja diterapkan selama MPLS.
Ide Ice Breaking MPLS
1. Tebak Gaya
Tebak gaya adalah permainan yang menguji kreativitas serta kepekaan siswa. Dalam permainan ini, siswa dibagi berpasangan.
Satu siswa melakukan pergerakan tanpa bersuara, dan juga pasangan merekan harus menebak apa yang tersebut sedang diperagakan.
Permainan ini selain menghibur juga membantu memulai pembangunan kerja sebanding lalu komunikasi non-verbal antara siswa.
2. Bola Pertanyaan
Permainan ini membutuhkan sebuah bola yang dimaksud telah ditempeli bermacam pertanyaan. Siswa duduk di lingkaran serta bola dilemparkan secara acak. Siapa pun yang menerima bola harus menjawab pertanyaan yang tertoreh di bola tersebut.
Pertanyaannya dapat seputar hobi, cita-cita, atau pengalaman unik. Aktivitas ini membantu siswa saling mengenal dengan cara yang mana menyenangkan.
3. Rantai Nama
Rantai nama adalah salah satu ide ice breaking yang mana baik untuk menghafal nama teman-teman baru. Siswa harus duduk melingkar kemudian satu per satu memperkenalkan diri dengan mengumumkan nama merek dan juga satu hal unik tentang diri mereka.
Siswa berikutnya harus mengulang nama dan juga hal unik dari semua siswa sebelumnya sebelum memperkenalkan diri. Ini adalah juga melatih daya ingat mereka.
4. Cerita Bersambung
Cerita Bersambung adalah kegiatan yang dimaksud memancing kreativitas serta kerja sama. Siswa duduk melingkar serta pribadi guru memulai cerita dengan satu kalimat.
Setiap siswa kemudian menambahkan satu kalimat untuk melanjutkan cerita tersebut. Hasilnya adalah cerita yang mana unik kemudian banyak kali lucu yang digunakan diciptakan bersama.
5. Permainan Asosiasi Kata
Ide ice breaking MPLS yang unik kemudian seru selanjutnya adalah permainan Asosiasi kata. Di sini, siswa harus saling melempar kata secara berurutan. Siswa pertama mengutarakan satu kata, juga siswa berikutnya harus mengungkapkan kata yang mana terkait dengan kata sebelumnya.
Misalnya, jikalau kata pertama adalah “sekolah”, kata berikutnya bisa saja “guru”. Aktivitas ini merangsang pikiran siswa kemudian mempercepat serangkaian berpikir mereka.
6. Salam Sapa
Kegiatan ice breaking yang satu ini sangat ringan serta mampu dikerjakan tanpa alat bantu. Caranya adalah panitia akan mengemukakan “HALO,” dan juga partisipan harus menjawab “HAI.”
Sebaliknya, jikalau instruktur menyatakan “HAI,” kontestan harus menjawab “HALO.” Nantinya, panitia bisa saja mengumumkan beberapa kata sekaligus, misalnya “HALO”-“HAI”-“HALO,” lalu kontestan harus merespons dengan “HAI”-“HALO”-“HAI.”
7. Mencari Teman Seperjalanan
Dalam aktivitas ini, siswa diminta mencari teman yang mana miliki kesamaan tertentu, seperti hobi yang sama, bulan lahir yang sama, atau tempat tinggal yang digunakan berdekatan.
Mereka kemudian membentuk kelompok kecil berdasarkan kesamaan tersebut. Hal ini membantu siswa menemukan teman-teman dengan minat yang sejenis dan juga mempercepat rute memulai pembangunan hubungan.
8. Membuat Pohon Harapan
Pohon Harapan adalah aktivitas yang menggabungkan kreativitas lalu refleksi. Siswa menulis harapan merekan untuk tahun ajaran baru di dalam melawan daun kertas juga menempelkannya pada pohon harapan yang dimaksud dibuat dari karton. Pohon ini dapat dipajang ke kelas sebagai pengingat harapan serta tujuan siswa sepanjang tahun.
9. Karaoke Keliling
Para siswa dibagi ke di kelompok-kelompok kecil, kemudian setiap-tiap kelompok harus menyanyikan lagu favorit merekan sambil berjalan mengelilingi sekolah.
Kegiatan ini akan membantu siswa menjadi tambahan akrab satu mirip lain juga menguatkan ikatan ke antara mereka.
10. Jigsaw Puzzle
Siswa dibagi berubah menjadi beberapa kelompok dan juga diberikan potongan puzzle yang mana ketika disatukan membentuk gambar atau instruksi tertentu.
Kelompok yang tersebut menyelesaikan puzzle tercepat meraih kemenangan permainan. Aktivitas ini menekankan pentingnya kerja mirip tim serta komunikasi.
11. Tepuk Komando
Ice breaking MPLS yang mana satu ini bermanfaat melatih konsentrasi dan juga kerjasama antar peserta. Cara memainkannya, panitia harus memberikan perintah “Tepuk 1,” kemudian partisipan harus bertepuk tangan sekali.
Kemudian ketika panitia menyatakan “Tepuk 2,” kontestan harus bertepuk tangan dua kali, serta seterusnya. Panitia bisa jadi mengubah urutan lalu kecepatan perintah untuk menghasilkan permainan lebih lanjut menantang.
12. Tepuk Berantai
Cara memainkan ice breaking ini adalah partisipan berdiri atau duduk di lingkaran. Panitia kemudian memulai dengan satu tepukan, yang digunakan kemudian dihadiri oleh oleh partisipan di dalam sebelahnya, mengirimkan tepukan berantai ke seluruh lingkaran.
Setelah beberapa putaran, panitia mampu meningkatkan kesulitan dengan menambahkan pola tepukan yang dimaksud berbeda, misalnya dua kali tepukan serta satu kali hentakan kaki.
13. Quiz Mengenal Sekolah
Panitia MPLS bisa saja memproduksi kuis interaktif tentang fakta-fakta unik atau sejarah sekolah. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan juga saling berlomba untuk menjawab pertanyaan dengan benar. Kuis ini bukan semata-mata menghibur tetapi juga edukatif, membantu siswa lebih banyak mengenal lingkungan sekolah mereka.
14. Membangun Menara
Berikan kelompok siswa bahan-bahan mudah seperti sedotan kemudian selotip, dan juga tantang dia untuk mendirikan menara setinggi kemungkinan besar di waktu yang dimaksud ditentukan. Aktivitas ini melatih kreativitas serta kerja serupa grup pada menghadapi tantangan.
15. Kelinci dan juga Rubah
Ide ice breaking MPLS yang mana terakhir adalah permainan kelinci juga rubah. Aturan permainan ini adalah jikalau panitia mengumumkan kata “Kelinci”, maka partisipan harus mengagkat kedua tangan dalam berhadapan dengan kepala, membentuk telinga kelinci.
Sedangkan jikalau panitia mengatakan kata “Rubah, maka kontestan harus meletakkan satu tangan dalam belakang kepala (membentuk ekor) serta satu tangan pada depan wajah (membentuk moncong rubah). Panitia mampu mengubah-ubah kecepatan juga urutan kata yang mana disebutkan untuk meningkatkan tantangan.
RIZKI DEWI AYU
Artikel ini disadur dari 15 Ide Ice Breaking Seru untuk MPLS, Ada Tebak Gaya hingga Cerita Bersambung





