Teknologi

Sukabumi Terus Berharap Dibangun Kincir Angin PLTB Seperti pada Belanda

Jakarta – Indonesia berupaya memanfaatkan prospek angin berubah menjadi sumber listrik. Sejumlah kincir angin serta perangkat Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) telah dilakukan dibangun pemerintah. Sejumlah tempat juga berharap dibangun infrastruktur sejenis pada wilayahnya. 

Pemerintah Daerah Sukabumi misalnya, pemerintah Kota Sukabumi memperkuat penuh rencana penambahan kuota kapasitas PLTB.  Awalnya, kapasitas PLTB ini hanya saja sebesar 60 megawatt (MW), namun dengan penambahan ini, kapasitasnya akan meningkat berubah jadi 150 MW. 

sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan juga mengempiskan ketergantungan pada substansi bakar fosil. 

Dukungan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Wilayah Sukabumi, Ade Suryaman, setelahnya rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Kantor Dinas Energi dan juga Narasumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat ke Bandung pada Selasa, 6 Juni 2023. “Dengan adanya penambahan kuota ini tentunya untuk mewujudkan sumber energi terbarukan juga memenuhi keperluan listrik khususnya di dalam Kota Sukabumi,” ujar Ade yang dikutipkan dari Antara

Pemerintah Wilayah Sukabumi sudah membantu rencana konstruksi PLTB ini sejak awal, khususnya di dalam wilayah Kecamatan Ciemas. Penambahan kuota kapasitas ini juga diajukan oleh pihak kontraktor, PT UPC Renewables Indonesia, yang digunakan menunjukkan komitmen terhadap pengembangan energi terbarukan dalam wilayah tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah terjadi meresmikan pembangkit listrik tenaga bayu atau PLTB dalam Wilayah Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan, pada Awal Minggu 2 Juli 2018. Pembangkit ini merupakan PLTB terbesar ke Indonesia.

PLTB Sidrap miliki 30 kincir angin dengan lebih tinggi tower 80 meter. Panjang baling-balingnya 57 meter lalu tiap-tiap menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 MW. Total kapasitas yang digunakan dihasilkan oleh 30 turbin mencapai 75 MW.

Banyaknya kincir angin ini sempat menyebabkan Jokowi berseloroh bahwa dirinya merasa sedang berada pada Negeri Kincir Angin, Belanda. “Tadi saya merasa ini kayak yang dimaksud banyak seperti ini di dalam mana? Kok serasa ke Belanda gitu. Kayak di dalam Eropa, tapi kita ke Sidrap,” ujar Presiden yang tersebut sontak menghasilkan semua yang mana hadir tertawa, seperti dilansir keterang tercatat dari Biro Sekretariat Presiden, Senin, 2 Juli 2018.

Melihat baling-baling dalam PLTB Sidrap yang digunakan berputar semua, Jokowi merasa konstruksi ini sesuai dengan sumber daya yang mana tersedia. “Saya lihat baling-balingnya muter semuanya, artinya angin pada di tempat ini lebih banyak dari cukup,” katanya.

Selain miliki kekayaan alam yang mana melimpah, Tanah Air pun mempunyai kemungkinan yang mana besar untuk energi baru terbarukan (EBT). Daya terbarukan ini juga merupakan sumber energi yang tersebut berasal dari sumber daya alam dan juga tidak ada akan habis dikarenakan terbentuk dari proses alam yang dimaksud berkelanjutan. Salah satu energi terbarukan yang tersebut miliki peluang besar di dalam Nusantara ialah angin.

Angin ini didefinisikan sebagai udara yang digunakan melakukan pergerakan dari tekanan lebih tinggi ke tekanan rendah atau dari suhu udara rendah ke suhu udara tinggi, yang mana berlangsung akibat pemanasan matahari terhadap atmosfer juga permukaan bumi.

Menteri Daya juga Narasumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, salah satu prospek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) berada ke area bagian timur Indonesia, yakni Sulawesi. Tepatnya ke Sulawesi Selatan, di dalam sana terdapat dua PLTB yaitu (PLTB) Sidrap dalam Daerah Sidenreng Rappang (Sidrap) lalu PLTB Tolo dalam Wilayah Jeneponto.

Selain itu, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya mempunyai beberapa kekurangan, salah satunya adalah ketidakmampuannya untuk menyediakan energi listrik secara terus-menerus. Komisaris Utama PT Organisasi Gas Negara, Arcandra Tahar, menyampaikan kekurangan ini pada unggahannya ke Instagram. 

Sejumlah solusi diberikan Arcandra untuk mengatasi kekurangan ini. Pertama dengan menyediakan elemen penyimpan daya penampung daya atau energy storage. Saat PLTS dan juga PLTB bekerja, energi yang mana dihasilkan dapat disimpan ke di baterai. Sewaktu PLTS atau PLTB mati maka sel dapat digunakan untuk memenuhi energi listrik yang digunakan dibutuhkan.

MYESHA FATINA RACHMAN I TEGUH ARIF ROMADHON I DELFI ANA HARAHAP I VINDRY FLORENTIN

Artikel ini disadur dari Sukabumi Terus Berharap Dibangun Kincir Angin PLTB Seperti di Belanda

Related Articles

Back to top button