Teknologi

Menko Polhukam: 30 Layanan PDNS Pulih, 137 Lainnya Masih pada Proses

Jakarta – Sebanyak 30 layanan dari 12 kementerian, lembaga juga pemerintah tempat yang tersebut terdampak peretasan oleh kelompok hacker Brain Cipher, dinyatakan berhasil dipulihkan. Layanan ini sebelumnya mengalami gangguan jiwa akibat serangan ransomware ke Pusat Fakta Nasional Sementara atau PDNS 2 Surabaya, 17 Juni 2024 lalu. 

“Hingga hari Selasa, 9 Juli 2024 pukul 19.00 WIB, terdapat total 30 layanan dari 12 kementerian/lembaga/pemerintah wilayah yang dimaksud berhasil dipulihkan atau go live,” kata Menteri Koordinator Lingkup Politik, Hukum serta Keamanan, Hadi Tjahjanto, diambil dari pernyataan resminya, Kamis, 11 Juli 2024.

Hadi menyatakan, berdasarkan hasil pemetaan serta validasi yang mana direalisasikan terhadap 282 data kementerian, lembaga serta pemerintah tempat yang digunakan tersimpan ke PDNS 2, 167 dalam antaranya bermetamorfosis menjadi korban serangan siber Brain Cipher juga menimbulkan akses layanan rakyat terganggu.

Pemerintah meyakinkan hingga ketika ini langkah-langkah pemulihan masih terus dilakukan. Terbaru, kata Hadi, sekitar tujuh layanan dari enam kementerian sedang diupayakan untuk segera dipulihkan, menyusul 30 layanan yang tersebut telah terjadi bebas dari masalah itu. Namun beliau tidaklah menjabarkan apa cuma layanan yang tersebut telah terjadi berhasil dipulihkan ini.

Menurut Hadi, Kementerian Komunikasi lalu Informatika atau Kominfo juga mengambil strategi dekripsi untuk memulihkan aset atau layanan data yang tersebut terdampak. Upaya lain yang mana juga direalisasikan adalah mempercepat pemulihan layanan PDNS 2 dengan memaksimalkan ketersediaan backup data pada PDNS 3 Batam kemudian backup lokal pada PDNS 2 yang tersebut sekarang masih terus berjalan. 

Kominfo akan datang menerapkan dua skema pemulihan melawan peretasan data PDNS ini, yaitu jangka pendek serta jangka menengah. “Untuk jangka pendek sebagai langkah emergency recovery yang tersebut berlangsung selama Juli-Agustus 2024,” kata Plt. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Ismail, diambil dari informasi resminya, Kamis, 11 Juli 2024.

Ismail menyatakan, pada strategi jangka pendek ini Kominfo menggandeng Badan Siber dan juga Sandi Negara (BSSN) juga Kepolisian Republik Negara Indonesia untuk langkah-langkah forensik digital yang digunakan pada saat ini masih terus dilakukan. Sedangkan jangka menengahnya dengan melakukan redeplay tenant kemudian perbaikan tata kelola sesuai standar operasional prosedur yang mana aman dari serangan siber.

Strategi akhir dari upaya pemulihan, kata Ismail, dengan mengaudit keamanan pada PDNS 1 dan juga PDNS 2 melalui pihak ketiga yang independen. Ismail berharap audit sanggup dijalankan November 2024.

Artikel ini disadur dari Menko Polhukam: 30 Layanan PDNS Pulih, 137 Lainnya Masih dalam Proses

Related Articles

Back to top button