KIKA Catat Daftar Kasus Pelanggaran Kebebasan Akademik ke 2023-2024
Jakarta – Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) mencatat beberapa temuan pelanggaran kebebasan akademik sepanjang 2023 hingga 2024. Hal itu terekam pada pertarungan tahunan KIKA yang dijalankan dalam Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 11-12 Juli 2024.
Sepanjang 2023 hingga 2024, KIKA mencatatkan ada 27 jenis perkara pelanggaran kebebasan akademik. “Apa yang dimaksud terjadi (pada) kasus-kasus kebebasan akademik sepanjang 2023-2024 sebenarnya cuma mengulang peristiwa-peristiwa serangan yang tersebut terus menerus berjalan sejak 2015,” tulis KIKA di informasi resminya yang tersebut diambil pada Selasa, 16 Juli 2024.
Berdasarkan tindakan hukum tersebut, dosen, mahasiswa, kelompok rakyat sipil berubah menjadi penderita pelanggaran kebebasan akademik. KIKA mencatatkan data ada empat model pelanggaran akademik berdasarkan tekanan lalu ancaman yang tersebut diberikan, yakni:
1. Serangan terhadap gerakkan mahasiswa
– Pembredelan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Acta Surya Stikosa AWS Surabaya.
– Pemanggilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS).
– Pemberhentian Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS) Yogyakarta.
– Polemik siswa Udayana.
– Represi kampus terhadap aksi pelajar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta.
– Polemik BEM Universitas Brawijaya.
– Kriminalisasi peserta didik Universitas Riau, Khariq.
– Polemik data penerima Kartu Nusantara Terampil (KIP) Kuliah akibat ransomware.
– Problem biaya lembaga pendidikan membesar dan juga upaya lembaga pendidikan gratis sama-sama Aliansi Pendidikan Gratis (APATIS).
2. Problem insan akademik terkait dengan advokasi kebijakan publik
– Pelibatan akademisi kritis di Tim Reformasi Hukum Kemenkopolhukam.
– Advokasi isu bahasa daerah.
– Pemberangusan kritik akademisi selama pemilihan 2024.
– Pemberhentian Budi Santoso alias Prof. BUS sebagai dekan Fakultas Bidang kedokteran Unair setelahnya kritisi acara Dokter Mancanegara dampak Omnibus Law bidang Kesehatan.
3. Problem insan akademik terkait dengan advokasi problem SDA
– Kasus Haris-Fatia juga isu SDA dalam Papua.
– Pelarangan peneliti asing isu warga utan berjuang melawan Kementerian Lingkungan Hidup dan juga Kehutanan.
– Advokasi Wadas.
– Advokasi Rempang.
– Advokasi Pakel.
– Pendukung terhadap Suku Awyu, Boven Digoel Papua akibat deforestasi.
– Support terhadap warga Pulau Mendol.
– Bantuan terhadap warga terdampak PT. Rayon Utama Makmur (RUM).
4. Integritas akademik juga polemik guru besar
– Dugaan plagiat dosen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
– Polemik Kumba Digdowaseso.
– Polemik Pejabat Publik yang tersebut bermasalah pada pengangkatan Guru Besar.
– Polemik Badan Ristek kemudian Inovasi Nasional (BRIN)
– Persoalan puluhan guru besar bermasalah di Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
– Persoalan integritas akademik guru besar lainnya.
Artikel ini disadur dari KIKA Catat Daftar Kasus Pelanggaran Kebebasan Akademik di 2023-2024





