Bisnis
Kendalikan inflasi, Pemprov Banten tambah CBP dari insentif fiskal

Serang – pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten menambah Cadangan Beras eksekutif (CBP) melalui sumber Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat sebanyak-banyaknya 988 ton beras untuk pengendalian laju inflasi.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Provinsi Banten Virgojanti, di Serang, Selasa, mengungkapkan untuk meningkatkan kekuatan ketersediaan pangan pada Provinsi Banten, maka Pemprov Banten berencana untuk menambah Cadangan Pangan Provinsi (CPP).
"Saat ini Pemprov Banten memperoleh dana insentif fiskal sebesar Rp13 Miliar dari pemerintahan Pusat. Rencananya, dana insentif fiskal tersebut, akan digunakan untuk membeli beras guna menambah cadangan pangan pemerintah," katanya.
Ia mengemukakan secara umum ketersediaan pangan di dalam Banten terus tersedia, dan juga cadangan beras milik Pemprov Banten yang mana pada waktu ini ada di dalam nomor 770 ton serta akan ditambah lagi banyaknya 988 ton beras.
"Jadi kami akan mempunyai cadangan pangan sampai 1.700 ton. Minimalnya sebetulnya cuma 1.300 ton, tapi kita dapat penuhi lebih. Dana yang disebutkan bersumber dari dana insentif fiskal sebesar Rp13 Miliar. Itu akan di dalam belanjakan sebagian untuk meningkatkan kekuatan cadangan beras pemerintah daerah," katanya pula.
Virgojanti menuturkan, rencana pembelian tambahan cadangan pangan itu dijalankan supaya bisa jadi meminimalisir kekurangan pangan pada waktu adanya bencana seperti bencana kekeringan atau bahkan adanya pemuaian pada sektor pangan. Terlebih, kata dia, untuk mengantisipasi adanya lonjakan pembelian komoditas pangan jelang pelaksanaan pemilihan gubernur Serentak 2024.
"Ini kan kita was-was takut ada bencana kekeringan dan juga sebagainya yang dimaksud nanti itu cadangannya bisa jadi kita alokasikan untuk hal itu. Apalagi ketika ini telah mau masuk masa pilkada, kemungkinan besar ada pembelian besar-besaran untuk dibagikan untuk komunitas juga lain sebagainya. Maka kita harus antisipasi itu," katanya.
Penjabat (Pj) Pengelola Banten Al Muktabar mengatakan, pada waktu ini sektor pangan masih berubah jadi pemandu atau pemicu laju pemuaian dalam Banten. Maka pihaknya sama-sama dengan Satgas Pangan akan mengalokasikan dana insentif untuk pengendalian pangan.
"Mudah-mudahan dengan begitu akan menekan kenaikan harga kita cukup terkendali. Sehingga aktivitas dunia usaha mampu bergulir dengan bervariasi aspek pada luar pangan yang digunakan akan menggiatkan tata ekonomi dalam Provinsi Banten," ujarnya.
Al menyampaikan, di upaya stabilisasi pangan di Banten akan mengatur beragam upaya seperti lingkungan ekonomi hemat serta bahkan bantuan pangan ke komunitas yang berhak menerima.
"Jadi kita lakukan pangsa murah, distribusikan ke titik-titik masyarakat. Karena pada waktu ini pangan masih menjadi pemicu pemuaian yang dimaksud menggerakkan kenaikan harga lebih besar membesar dari sebelumnya. Maka kita konsisten untuk itu," katanya pula.
Artikel ini disadur dari Kendalikan inflasi, Pemprov Banten tambah CBP dari insentif fiskal



