Nasional

Fakta-fakta Wacana Ganjil Genap 24 jam di dalam DKI Jakarta

Jakarta – Kemacetan juga polusi udara dalam Ibukota Indonesia dari hari ke hari masih belum menemukan solusi. Salah satu kebijakan yang digunakan diusulkan untuk mengempiskan permasalahan yang disebutkan adalah pemberlakuan ganjil genap selama 24 jam. Soal pemberlakukan aturan ganjil genap ini sendiri masih menuai pro kontra ke masyarakat. Komunitas sejumlah yang memandang jikalau merek akan kesulitan dengan adanya aturan ini. Berikut fakta-fakta tentang aturan ganjil genap 24 jam: 

1. Pernah Diusulkan oleh DPRD 

DPRD pernah mengusulkan tentang wacana akan menerapkan ganjil genap selama 24 jam pada Ibukota tahun lalu. Hal yang disebutkan disampaikan oleh Ketua Komisi DPRD DKI Ibukota Indonesia Ida Mahmudah untuk Polda Metro Jaya. Ida mengutarakan ganjil genap menurutnya akan membantu mengempiskan permasalahan kemacetan juga polusi udara. 

Politikus PDIP ini mengusulkan Waktu ganjil genap biasa diterapkan setiap hari kerja dimulai pada pukul 06.00 WIB-10.00 Waktu Indonesia Barat juga berlanjut sore pukul 16.00 WIB-21.00 WIB. Ida menyarankan agar diubah bermetamorfosis menjadi 00.00 hingga 23.59 WIB.

Ida memaparkan jikalau sarannya mampu dilaksanakan apabila terbukti mengempiskan kemacetan dan juga polusi udara. “Karena kami sama-sama mendengar polusi udara terbanyak disumbangkan oleh kendaraan bermotor,” katanya. 

Ida menyatakan anggaran untuk penanganan ini, dapat memakai alokasi pos belanja tidak ada terduga (BTT). “Yang dulu dimanfaatkan untuk penanganan kemudian pencegahan penularan COVID-19,” katanya. 

2. Ganjil Genap tak Efektif Kurangi Kesulitan Polusi 

Dikutip dari Antara, salah satu pengamat kebijakan umum dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengungkapkan apabila ganjil genap 24 jam bukanlah solusi untuk menurunkan polusi udara ke Jakarta. “Kalau menurut saya tiada efektif. Belum mampu batasi kendaraan buat tekan polusi,” kata Trubus pada waktu dihubungi di dalam Jakarta, Hari Sabtu 26 Agustus 2023.

Justru penerapan ganjil genap 24 jam itu, menurut Trubus tak akan menghurangi jumlah kendaraan di jalan dikarenakan yang dimaksud mempunyai kekayaan tambahan dapat memilih untuk membeli kendaraan lagi. Sehingga aturan yang disebutkan jelas belum efektif diterapkan di wilayah penyangga Ibu Kota.

3. Tindak balas dari Polda Metro Jaya

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Doni Hermawan mengatakan bervariasi usulan penting dibahas bersama-sama. Dirinya juga menyebutkan apabila polusi udara di dalam Ibukota ketika ini kian memburuk.

“Perlu ada pengkajian, diskusi, kita uji coba, jadi bukan juga merta setiap wacana kemudian diaplikasikan,” ujar Doni di Polda Metro Jaya, Jumat, 25 Agustus 2023.

Hingga ketika ini belum ada lanjutan masalah wacana ganjil genap 24 jam dari Polda. Hanya beberapa kali ganjil genap diterapkan pada beberapa momen seperti KTT ASEAN, mudik lebaran, serta momen pasca lebaran. 

4. PJ Pemuka Menilai Ide Bagus

Sedangkan tanggapan dari Penjabat (Pj) Pemuka DKI Jakarta, Heru Budi Hartono pada waktu itu menyatakan jikalau ganjil genap 24 jam merupakan ide bagus, apalagi untuk menghurangi polusi udara lalu kemacetan di DKI Jakarta. 

“Ya ide bagus (penerapan 24 jam ganjil-genap),” kata Heru usai meninjau Lintas Raya Terpadu Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek), Jumat, Agustus 2023.

Heru mengatakan apabila penerapan ganjil-genap 24 jam dalam Ibukota Indonesia itu harus adanya koordinasi tambahan di dengan Polda Metro Jaya juga Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pihaknya mengaku akan segera mengkaji wacana ini dan juga kemudian berbicara lebih banyak di lagi dengan pemerintah pusat. “Mudah-mudahan, kita kaji 2-3 hari ini, saya komunikasi dulu dengan pusat, ide bagus,” ujar Heru.

Sama halnya dengan Polda Metro Jaya, wacana ini hingga ketika ini belum diputuskan. Hampir satu tahun tak ada informasi lebih lanjut lanjut.

SAVINA RIZKY HAMIDA | ANTARA | M. FAIZ ZAKI|

Artikel ini disadur dari Fakta-fakta Wacana Ganjil Genap 24 jam di Jakarta

Related Articles

Back to top button