Dipersenjatai Senapan Mesin, Keandalan Cybertruck di tempat Medan Perang Diragukan

JAKARTA – Aksi Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov mengendarai Tesla Cybertruck dengan senapan mesin menuai ejekan. Spesifikasi mobil rancangan Elon Musk dianggap tidaklah masuk akal untuk dibawa ke medan peperangan.
Aksi sekutu Presiden Vladimir Presiden Rusia pekan lalu itu pun mendapat respons publik. Lantaran Kadyrov percaya diri untuk menjadikan Tesla Cybertruck sebagai kendaraan konflik bersenapan mesin.
Dalam sebuah unggahan video tersebar luas pada Telegram, Kadyrov tampak pada belakang kemudi Cybertruck baru yang dimaksud sedang berkendara di tempat ibu kota Chechnya, Grozny, dengan senapan mesin Kord buatan Rusia pada bak truk.
Kord yang dilengkapi sabuk peluru menembakkan amunisi 12,7×108 mm, yang mana menurut pabrikan ZKMK, tambahan besar dari peluru NATO 12,7×99 mm. Senapan ini dirancang untuk menghancurkan kendaraan ringan berlapis baja juga sikap dari jarak hingga 2.000 meter.
Melansir Business Insider, Hari Sabtu (24/8/2024) sebuah tulisan pada akun Telegram Kadyrov mengapresiasi Elon Musk. “Kami menerima Tesla Cybertruck dari Elon Musk yang dihormati sekaligus senang mencoba teknologi baru ini kemudian meninjau sendiri bahwa itu pantas disebut ‘Cyberbeast’,” kata Kadyrov.
Di mata Kadyrov, Cybertruck seperti bukan mampu ditembus serta cepat. Performanya dinilai lincah, berprogres dengan kecepatan luar biasa pada menyeberangi rintangan. Mobil yang dimaksud juga sangat nyaman dikendarai.
Karakteristik luar biasa dari Cybertruck tadi menciptakan Kadyrov berencana mengerahkan kendaraan bersenjata ini untuk memperkuat operasi militer khusus Rusia pada Ukraina.

“Cybertruck ternyata menjadi proyek yang dimaksud kuat. Tanpa diragukan lagi salah satu mobil terbaik di dalam dunia! Saya benar-benar jatuh cinta dengan mobil ini,” kata Kadyrov lagi.






