Daftar 12 Ketum Golkar, dari Djuhartono hingga Airlangga Hartarto

JAKARTA – Kedudukan Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar telah lama kosong usai Airlangga Hartarto mengundurkan diri. Muncul sebagian isu terkait mundurnya ketum partai berlambang pohon beringin itu.
Salah satu isu yang dimaksud gencar diberitakan adalah mundurnya Airlangga adalah lantaran dijatuhkan oleh beberapa pihak, sebab Menko Perekonomian itu seharusnya masih bisa jadi menjabat hingga Desember 2024. Namun isu itu dengan segera dibantah oleh para petinggi Partai Golkar.
Setelah Airlangga mundur, prakiraan terkait Ketua Umum Golkar yang digunakan baru lantas bermunculan. Beberapa nama yang digunakan dianggap pantas mengisi jabatan itu di area antaranya adalah Wakil Ketua Umum Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, juga Menteri Penyertaan Modal Bahlil Lahadalia.
Selain dua nama itu, muncul juga nama Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Nama anak Presiden Jokowi ini muncul pada poster yang digunakan dibuat Koalisi Muda Pembaharuan Golkar atau KMPG.
Dalam sejarahnya, Golkar telah lama dipimpin oleh 11 Ketua Umum semenjak didirikan sejak 1950-an. Menurut laman resminya, pada awal berdiri Golkar bukanlah partai, melainkan perwakilan golongan melalui Golongan Karya.
Golkar beralih menjadi sebuah partai urusan politik ketika Bung Karno lalu Jenderal TNI (Purn) Abdul Haris Nasution sama-sama dengan Angkatan Darat, mengubah Golkar sebagai sebuah partai urusan politik untuk melawan PKI.
Berikut 12 Daftar Ketum Golkar, yakni:
1. Brigjen TNI (Purn) Djuhartono
Masa Jabatan : 20 Oktober 1964 – 7 November 1967
2. Mayjen TNI (Purn) Suprapto Sukowati
Masa Jabatan : 7 November 1967 – 9 Agustus 1972
3. Mayjen TNI (Purn) Amir Murtono
Masa Jabatan : 9 Agustus 1972 – 25 Oktober 1983
4. Letjen TNI (Purn) Sudharmono
Masa Jabatan : 25 Oktober 1983 – 1988
5. Letjen TNI (Purn) Wahono





