Bisnis

Bangkitkan Amarah Naga, Produk-produk Eropa Terancam Tarif Tinggi

JAKARTA – Rencana Komisi Eropa untuk mengenakan bea masuk hingga 36% terhadap kendaraan listriknya telah lama membangkitkan amarah China. Beijing membalas kenaikan tarif bagi kendaraan listriknya dengan mengumumkan penyelidikan terhadap subsidi blok yang disebutkan untuk ekspor sektor susu.

Penyelidikan yang disebutkan mencakup keju segar, dadih, keju biru, serta olahan, susu, kemudian krim Uni Eropa untuk periode antara April 2023 kemudian Maret 2024, dengan nilai ekspor sekitar 1,7 miliar euro atau sekitar USD1,9 miliar Amerika Serikat (sekira Rp29,45 triliun, kurs Rp15.500 per USD).

Ancaman tarif kendaraan listrik Uni Eropa sebelumnya juga telah terjadi memacu China untuk meluncurkan penyelidikan terhadap ekspor brendi juga hasil daging babi dari blok tersebut, masing-masing senilai 1,6 miliar euro (USD1,78 miliar) dan juga 3 miliar euro (USD3,34 miliar). China juga mengancam akan melakukan penyelidikan terhadap ekspor anggur, senilai 1,2 miliar euro (USD1,33 miliar). Barang kimia juga peralatan medis Eropa pun tak luput dari pengawasan ketat akibat diduga melakukan subsidi ilegal.

Prancis, pelobi utama untuk tarif kendaraan listrik China, menghadapi prospek kerugian terbesar di penyelidikan brendi lalu anggur. Negara itu dipastikan kembali terpukul jikalau Beijing bergerak untuk mengenakan tarif pada ekspor susu, yang tersebut bernilai sekitar 190 jt euro (USD212 juta).

Sementara, Irlandia berpotensi paling terpukul oleh pembatasan baru China yang mana mencakup sekitar 423 jt euro (USD472,3 juta) dari total ekspor susu Uni Eropa. Padahal, Irlandia tidaklah terlalu vokal atau berpengaruh pada menggalang inisiatif tarif kendaraan listrik China yang diserukan blok tersebut.

Semua 20 kategori subsidi yang mana diselidiki oleh penyelidikan susu China berada di dalam bawah Kebijakan Pertanian Bersama tingkat UE atau acara masing-masing negara, mulai dari tunjangan kemudian subsidi petani muda, skema pinjaman serta asuransi hingga bantuan keuangan untuk prasarana penyimpanan. Mengutip Suptnikglobe, manusia juru bicara UE mengungkapkan blok yang dimaksud akan mengikuti penyelidikan susu yang disebutkan “dengan sangat cermat” kemudian meyakinkan bahwa “sepenuhnya mematuhi aturan WTO yang relevan.

Sementara itu, Kamar Dagang China pada UE menyatakan ketidakpuasan yang mana kuat lalu penentangan tegas terhadap langkah pengenaan tarif tambahan bagi kendaraan EV dengan syarat negara tersebut. Mereka menuduh Eropa melakukan pemakaian alat perdagangan yang tak adil untuk menghalangi perdagangan bebas dan juga mengingatkan bahwa kebijakan yang dimaksud akan merusak kekuatan ketahanan lapangan usaha kendaraan listrik Eropa itu sendiri juga memperburuk ketegangan perdagangan.

Rantai pasokan kendaraan listrik Eropa sejatinya sangat bergantung pada elemen penyimpan daya yang digunakan dibuat di dalam China, serta ketergantungan ini diperkirakan akan terus bertambah selama tiga tahun mendatang, dari sekitar 30% pada waktu ini menjadi sekitar 50% pada tahun 2027. Selain menyebabkan kendaraan buatan China menjadi terpencil tambahan mahal, langkah tarif UE juga mengancam akan menggelembungkan biaya kendaraan listrik yang tersebut dibuat pada blok yang disebutkan pada pertikaian perdagangan yang meningkat.

Pertikaian itu dinilai akan semakin membebani Eropa, pasca lapangan usaha dan juga pertanian blok yang disebutkan terpukul oleh kenaikan biaya energi yang digunakan dramatis yang tersebut belum pernah terjadi sejak tahun 1970-an akibat langkah politisnya mencoba merusak kekuatan pasokan minyak lalu gas Rusia. Kebijakan itu menimbulkan hampir semua barang industri, mulai dari pupuk nitrat lalu unsur kimia hingga baja yang mana dibuat oleh pabrik baja besar Eropa menjadi sangat mahal untuk diproduksi.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mencoba meredakan prospek konflik dagang dengan Beijing dengan mengatakan, “meskipun sistem urusan politik kita berbeda, hal itu tidak ada boleh mengarah pada persaingan sistemik dan juga permanen. Itu bukanlah kepentingan kita.” Borrell juga melontarkan komentar mengejutkan mengenai kebijakan perdagangan AS, yang ia salahkan melawan meningkatnya ketegangan perdagangan dengan China.

“Ketika dia mengambil tindakan terhadap China, dia tak bertanya apakah itu menguntungkan kami atau tidak. Ketika merekan melarang impor mobil China atau mengenakan tarif pencegahan, mereka itu bukan bertanya pada diri sendiri ke mana mobil-mobil China yang digunakan tidaklah akan masuk ke Negeri Paman Sam akan dikirim. Ke mana mereka itu akan pergi? Ke lingkungan ekonomi mana lagi dia bisa jadi pergi? Ya tentu saja, ke pangsa Eropa, lalu itu menyebabkan permasalahan daya saing bagi sektor kami,” cetusnya.

Related Articles

Back to top button