Teknologi

Kecanggihan Artificial Intelligence Ternyata Mempermudah Penelitian Ilmiah

Jakarta – Badan Studi dan juga Inovasi Nasional atau BRIN mengakui kecanggihan teknologi artificial intelligence (AI) untuk menunjang aktivitas penulisan ilmiah serta publikasi. Menurut BRIN, Kecerdasan Buatan dapat mempermudah tahapan editorial, lalu pengeditan naskah ilmiah bermetamorfosis menjadi tambahan efisien, dan juga meningkatkan kualitas jurnal yang tersebut dihasilkan.

“Dengan Kecerdasan Buatan kita dapat mengaturnya secara otomatis, mulai dari melakukan koreksi ke pada teks yang mana benar, mendeteksi plagiarisme, memberikan rekomendasi untuk gaya dan juga susunan penulisan,” ujar Deputi Sektor Fasilitas Studi lalu Inovasi BRIN, Agus Haryono, dikutipkan dari penjelasan resminya, Rabu, 24 Juli 2024.

Agus memaparkan ihwal pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk membantu kerja-kerja penelitian ilmiah ini di Workshop Springer Nature: Kecerdasan Buatan and Research a Transformative Opportunity, dalam Gedung BJ Habibie, Jakarta. Dia turut memacu para peneliti untuk mengoptimalkan penyelenggaraan AI, demi bersaing dengan negara-negara forward di dunia.

Teknologi Artificial Intelligence menurut Agus, dapat membantu penerbit pada menentukan naskah yang dimaksud miliki kemungkinan kesuksesan dibaca, dengan cara menganalisis tren kemudian preferensi pembaca berbasis machine learning. “Proses penerbitan dapat dipercepatkan untuk membuahkan hasil yang tambahan sesuai dengan permintaan pasar,” kata Agus memperjelas.

Pada kesempatan yang dimaksud sama, Direktur Repositori, Multimedia lalu Penerbitan Ilmiah BRIN, Zaenal Akbar, membeberkan bahwa BRIN berada dalam menyusun beberapa orang strategi menuju open science di Indonesia. Strategi ini, kata dia, meliputi bidang human resources, open science infrastructures lalu network.

“Dalam hal infrastruktur, BRIN membuka penelitian dengan untuk membantu open science dan juga melayani keperluan bermacam komunitas. Mulai dari perangkat serta peralatan hingga manipulasi komputasi kemudian data infrastruktur layanan,” ujar Zaenal.

Zaenal menuturkan, pemerintah pusat menetapkan regulasi deposit mandatory atau penyediaan wajib data primer, dan juga hasil penelitian berbentuk research output. Regulasi ini berlaku bagi kegiatan riset yang dimaksud dilaksanakan ke Indonesia, mulai dari penelitian yang didukung pemerintah maupun perusahaan yang mana berbasis pada di negeri.

Data primer yang dimaksud dimaksud Zaenal itu, berkaitan dengan spesimen fisik, spesimen digital, informasi digital dari spemen, rekaman audio-visual, juga naskah atau artefak. Sedangkan untuk research outputnya, dapt berbentuk publikasi ilmiah juga hak kekayaan intelektual.

Kebijakan yang dimaksud dijabarkan Zaenal ini, dinilai mampu dipermudah lewat hadirnya teknologi Teknologi AI pada pemrosesan kerja-kerja ilmiah dan juga publikasinya. Zaenal berharap lewat workshop Artificial Intelligence BRIN kali ini, mampu membuka gerbang kolaborasi untuk integrasi data kemudian hasil penelitian yang tersebut lebih tinggi mumpuni.

Artikel ini disadur dari Kecanggihan Artificial Intelligence Ternyata Mempermudah Penelitian Ilmiah

Related Articles

Back to top button