Lifestyle

Arakan Karnaval Authentic Purbalingga Ki Arsantaka

JAKARTA – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 bernuansa berbeda pada sebuah penampilan arakan Karnaval Kecamatan Kaligondang Purbalingga Jawa Tengah pada tanggal 31 Agustus 2024 lalu. Menjadi Arakan yang dimaksud terpanjang dari seluruh kontestan grup di dalam hari itu dengan total pasukan sekitar 200-an orang yang mana terdiri dari perwakilan 18 Desa yang tersebut ada di dalam Kecamatan Kaligondang Purbalingga.

Bukan tanpa sebab arakan terpanjang ini mempunyai dasar yang mana kuat, lantaran arakan panjang ini merupakan sebuah reka ulang insiden sejarah Pejuang Lokal Purbalingga dengan nuansa peperangan antara pasukan Mangkubumi juga pasukan Paku Buwono II di pertempuran Jenar.

Gagasan ini dipaparkan oleh Slamet Santosa sebagai pegiat Seni Kie Art yang dimaksud disambut hangat oleh Bapak Camat Sugeng Riyadi, SH yang tersebut sangat mengapresiasi serta mensupport perkembangan seni dan juga budaya khususnya dalam Kecamatan Kaligondang. Pemuda Kie Seni dipercayakan oleh Bapak Camat sebagai perwakilan Kecamatan Kaligondang untuk menampilkan gagasan yang dimaksud di sebuah arakan karnaval yang digunakan dibalut dengan pertunjukkan seni.

Pengenalan kembali sejarah masa lalu ini bertujuan untuk dapat memperkenalkan kembali terhadap generasi muda serta mengapresiasi leluhur kita. Atraksi yang dijalankan oleh Pemuda Kie Seni yang menggambarkan Reka Ulang dari Peperangan Jenar ini memiliki tujuan besar, yaitu untuk mengingatkan publik Indonesia untuk tiada melakukan kesalahan yang tersebut sama, terpecah belah pada sebuah pertempuran saudara, untuk tidaklah mudah pada adu domba kemudian terus-menerus waspada terhadap penjajah yang dimaksud pada saat ini hadir pada berbagai bentuk pada jaman yang tersebut serba modern ini terlebih penjajahan ketika ini dapat datang dari bangsa sendiri, papar apt. Gita Yohanna Thomdean, S Farm selaku art director juga pegiat Kie Art dengan suaminya Slamet Santosa.

Gita Yohanna Pegiat Kie Art juga memaparkan bahwa pihaknya ingin arakan karnaval ini tiada menjadi tontonan semata pada hari Kemerdekaan hanya tetapi juga dapat menggerakkan publik untuk kembali menghargai sejarah masa lalu , oleh karenanya tampak 2 pemudi desa berkebaya Jawa yang mengakibatkan beratus-ratus gulungan surat yang dibagikan ke publik pada sekitar arakan. Surat bercerita akan Sejarah Ki Arsantaka sang penggagas Kadipaten Purbalingga di tempat masa lalu lalu mengingatkan bahwa tinggi rendahnya derajat suatu bangsa terletak pada budaya bangsanya.

Dalam atraksi peperangan di dalam panggung Penghormatan Bupati, keauthentikan dari seni budaya jawa pun di area tampilkan dengan adanya sulukan (kidung jawa) oleh sesepuh desa Admin Budiarjo dalam mana sulukan yang dimaksud bercerita tentang gagah beraninya Ki Arsantaka dengan sikap kepemimpinan yang mana bijaksana serta menjadi tauladan rakyatnya. Selain itu Slamet Santosa selaku art director juga mengemukakan bahwa beberapa iringan gending peperangan merupakan hasil karya sendiri dari Pemuda Kie Seni dimana pemain karawitannya juga sangat bervariasai mulai dari anak SD, remaja serta juga pemuda.

Selain itu pemeran pasukan di tarian peperangan yang dimaksud juga berasal dari Kie Tari gubahannya. Dalam atraksi ini Diakhiri dengan Ki Arsantaka yang mana diperankan oleh Bapak Camat Sugeng Riyadi , SH ini dengan memberikan gulungan surat terhadap Kepala Kabupaten Purbalingga yang berisi harapannya untuk menjadikan Pusat Kota Purbalingga memberikan perhatian khususnya untuk mengangkat tokoh – tokoh local Purbalingga pada Event yang digunakan Authentic sebagai wujud apresiasi.

Slamet Santosa juga menambahkan bahwa arakan Karnaval ini menjadi sangat hidup dengan dukungan dari seluruh perangkat 18 Desa yang dimaksud mengirimkan perwakilannya sebagai pasukan peperangan dengan berkostum authentic jawa lengkap denga peralatan perangnya. Serta terlihat juga ibu ibu yang dimaksud membawakan hasil perkebunannya yang dimaksud memberikan symbol kesuburan Kecamatan Kaligondang dengan hasil buminya. Hal ini diakuinya juga merupakan andil besar dari Bapak Camat Sugeng Riyadi, SH yang dapat menyatukan warganya untuk berpartipasi pada arakan tersebut.

Gita Yohanna pegiat Kie Art sangat bersyukur akibat Seniman Kie Art memiliki kemampuan untuk memproduksi beberapa patung arakan untuk mensempurnakan formasi dari arakan karnaval ini. Terlihat beberapa patung yang tersebut berada pada arakan seperti Kuda tunggangan Ki Arsantaka lengkap dengan pendapat ringkikannya, Semar yang menjadi symbol leluhur penduduk jawa yang barsifat religious lalu dianggap sebagai utusan Sang Hyang Tunggal, dan juga adanya patung arakan Garuda sebagai symbol Bhinneka Tunggal Ika yang mana mempunyai benang merah dengan atraksi konflik jenar untuk mari kita identik serupa menjaga Persatuan Indonesia.

Kecamatan kaligondang yang dimaksud terdiri dari beberapa desa yang tersebut mempunyai seni juga budaya yang dimaksud kuat ini juga miliki mimpi yang mana besar sebagai poros seni budaya Perkotaan Purbalingga, Jawa Tengah.

Related Articles

Back to top button