Sandiaga Uno Dukung Buleleng Masuk UNESCO Creative Cities Network: Potensinya Luar Biasa

JAKARTA – Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno memperkuat upaya Kota Buleleng masuk di UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Dalam kegiatan KaTa Kreatif yang berlangsung di tempat Taman Budaya Buleleng, pada hari terakhir pekan lalu, Sandi mengatakan, Kemenparekraf telah terjadi menetapkan enam kabupaten/kota kreatif tahun 2024 kemudian salah satunya Daerah Buleleng dengan subsektor kriya sebagai unggulan.
“Potensinya memang benar sangat luar biasa, kita lihat produk-produk dunia usaha kreatifnya dan juga Wilayah Buleleng telah terjadi ditetapkan menjadi kabupaten kreatif yang mana siap untuk kita ajukan menjadi kabupaten kreatif dunia melalui proses UNESCO,” ujar Sandi, mengambil siaran pers Kemenparekraf.
Indonesia sendiri sudah ada miliki tiga kota yang mana mendapat predikat UCCN yaitu Pekalongan kategori crafts and folk art, Bandung kategori desain, dan juga Ambon kategori musik.
Dengan legitimasi dari UNESCO tentu akan memberikan dampak yang digunakan besar. Tidak semata-mata pada keberlanjutan serta kelestarian prospek seni kemudian budaya yang ada, juga secara tidaklah segera menjadi sarana iklan yang mana efektif.
Dengan begitu minat wisatawan untuk datang ke Indonesia khususnya Buleleng akan meningkat lalu penduduk akan tambahan sejahtera.
Penetapan ini secara otomatis juga akan menjadikan suatu wilayah sebagai ekosistem yang tersebut dipantau dengan segera oleh UNESCO agar para pelakunya konsisten melestarikan seni pertunjukan, budaya, juga kegiatan-kegiatan event tahunan yang dimaksud ada.
“Ada 17 subsektor di area sektor ekonomi kreatif sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2019 yang dimaksud dapat dipilih, Buleleng telah dilakukan memilih kriya sebagai subsektor penghela. Dan subsektor pendukungnya ini juga harus disiapkan mulai dari kuliner, fesyen, musik, film, seni pagelaran, juga ada aplikasi mobile permainan lalu lain sebagainya,” tuturnya.
Kehadiran workshop ini menjadi dukungan Kemenparekraf pada menghadirkan ruang diskusi antara Kemenparekraf, eksekutif Kabupaten, hingga pelaku seni agar menemukan inovasi, ide, atau langkah strategis yang mana mampu mengakibatkan Buleleng nantinya mendapat pengakuan UNESCO sebagai Creative Cities Network kategori seni kriya.
“Oleh lantaran itu kami juga harus mempersiapkan melalui peningkatan interkoneksinya. Tadi ada bicara mengenai jalan tol, bandara, maupun jalur laut. Kami juga meninjau prospek untuk peningkatan kapasitas melalui pelatihan pemasaran serta produk-produk karya dunia usaha kreatif yang dimaksud mudah-mudahan mampu menjadi daya tarik Buleleng yang tersebut lebih besar baik,” ucap Sandi.






